Selasa, 27 Oktober 2015

TUGAS KE - 4: Bhopal Union Carbide


Afra Nissa ( 20212308)
Eka Ernawati (22212401)
Rofifah Pratiwi (26212666)

Union Carbide India. Ltd, adalah anak perusahaan dari Union Carbide Corporation of Danbury, Connecticut, yang memiliki kepentingan pengendalian 50,9 persen di perusahaan India. Bencana pabrik kimia Union Carbde di Bhopal (Bhopal Disaster) adalah kecelakaan industri yang terjadi pada tahun1984, di Bhopal, India.Banyak orang menganggap bahwa Bencana Bhopal merupakan kecelakaan industri terburuk dalam sejarah. Klaim ini didukung fakta tingginya angka kematian bersama dengan dampak dahsyat pada lingkungan yang diakibatkannya. Peristiwa di Bhopal juga mendapatkan kritikan internasional mengenai praktik kerja industri di negara-negara berkembang yang berkaitan dengan keamanan, pemeliharaan, dan kesejahteraan pekerja.  
Pada larut malam tanggal 2 Desember 1984 para pekerja di pabrik kimia Union Carbide di Bhopal sedang membilas pipa dengan air bersih. Karena suatu sebab, air memasuki tangki yang terisi dengan gas metil isosianat (MIC), suatu gas yang digunakan dalam produksi pestisida. Air memicu reaksi kimia yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tangki, memaksa pekerja membuka tangki agar tidak meledak. Hanya saja, pembukaan tangki mengakibatkan sejumlah besar gas mematikan terlepas ke Bhopal. Hampir segera, sirene peringatan berbunyi, tetapi kemudian berhenti, membuat sebagian besar warga Bhopal tidak menyadari adanya bahaya besar yang mengintai. Volume gas yang dilepaskan saat Tragedi Bhopal tidak diketahui pasti, namun diperkiraan antara 20 hingga 40 ton. Selain MIC, sejumlah gas lain juga dilepaskan termasuk fosgen dan hidrogen sianida. Banyak pekerja di pabrik yang langsung tewas saat gas merembes keluar ke Bhopal.
Selain itu, banyak warga yang baru terbangun segera terpapar dan merasa seperti tersedak akibat paparan gas beracun. Ketika mencoba melarikan diri, banyak warga malah bergerak ke arah awan gas, membuat kondisi mereka semakin memburuk, dan banyak orang terinjak-injak akibat kepanikan yang terjadi. Diperkirakan 2.000-8.000 orang tewas dalam beberapa hari setelah Bencana Bhopal. Sebagian besar dari mereka merasa tercekik karena menghirup gas, mengalami gejala nyeri pernapasan, sakit mata, dan pembengkakan otak sebelum kematiannya. Setelah bencana, sulit untuk melacak berapa banyak orang yang terpengaruh karena banyak mayat segera dikubur sebelum sempat didata. Diperkirakan terdapat tambahan 8.000 orang meninggal karena efek paparan gas berkepanjangan di tahun-tahun setelah Bencana Bhopal, dan hingga 100.000 orang mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti masalah pernafasan kronis, cacat lahir, masalah neurologis, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan kerusakan jantung.


1.      Apa isu-isu etis yang dikemukakan oleh kasus ini?
Union Carbide dinilai tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai untuk mencegah bencana seperti itu, dan kondisi peralatan pabrik yang kurang terawat membuat kecelakaan hampir tak terelakkan. Perusahaan ini juga dituduh melakukan pemotongan biaya dan kurang memperhatikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Banyak sejumlah operator peralatan terbaik berhenti dan digantikan dengan pekerja yang pendidikan di bawah standar  yang dibutuhkan perusahaan.

2.      Apakah doktrin hukum “perseroan terbatas” sudah diterapkan untuk melindungi para pemegang saham Union Carbide Corporation (US)?
Belum diterapkan untuk melindungi pemegang saham, karena utang perusahaan yang besar hingga mencapai $ 1 miliar menyebabkan para pemegang saham telah mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena manajer perusahaan telah gagal untuk memperingatkan mereka dari risiko pabrik di India.

3.      Apakah operasi India, yang sedang diawasi oleh para manajer Union Carbide Corporation (US) sesuai dengan standar hukum atau moral atau etika?
Belum,  karena perusahaan Union Carbide India Ltd belum memenuhi standar hukum dan etika yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Oleh karena itu, banyak tragedi yang terjadi di pabrik karena tidak memperhatikan hal-hal yang berdampak buruk serta kurangnya pelatihan untuk para pekerja yang diberikan sementara itu mayoritas karyawan yang buta huruf sehingga tidak tahu bahaya pestisida bagi tubuh dan lingkungan sekitar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar