Afra Nissa ( 20212308)
Eka Ernawati (22212401)
Rofifah Pratiwi (26212666)
Union Carbide India. Ltd, adalah anak perusahaan dari Union
Carbide Corporation of Danbury, Connecticut, yang memiliki kepentingan
pengendalian 50,9 persen di perusahaan India. Bencana pabrik kimia Union Carbde di
Bhopal (Bhopal Disaster) adalah kecelakaan industri yang terjadi pada
tahun1984, di Bhopal, India.Banyak orang menganggap bahwa Bencana Bhopal
merupakan kecelakaan industri terburuk dalam sejarah. Klaim ini didukung fakta
tingginya angka kematian bersama dengan dampak dahsyat pada lingkungan yang
diakibatkannya. Peristiwa di Bhopal juga mendapatkan kritikan internasional
mengenai praktik kerja industri di negara-negara berkembang yang berkaitan
dengan keamanan, pemeliharaan, dan kesejahteraan pekerja.
Pada larut malam tanggal 2 Desember
1984 para pekerja di pabrik kimia Union Carbide di Bhopal sedang membilas pipa
dengan air bersih. Karena suatu sebab, air memasuki tangki yang terisi dengan
gas metil isosianat (MIC), suatu gas yang digunakan dalam produksi pestisida.
Air memicu reaksi kimia yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tangki,
memaksa pekerja membuka tangki agar tidak meledak. Hanya saja, pembukaan tangki
mengakibatkan sejumlah besar gas mematikan terlepas ke Bhopal. Hampir segera,
sirene peringatan berbunyi, tetapi kemudian berhenti, membuat sebagian besar
warga Bhopal tidak menyadari adanya bahaya besar yang mengintai. Volume gas
yang dilepaskan saat Tragedi Bhopal tidak diketahui pasti, namun diperkiraan
antara 20 hingga 40 ton. Selain MIC, sejumlah gas lain juga dilepaskan termasuk
fosgen dan hidrogen sianida. Banyak pekerja di pabrik yang langsung tewas saat
gas merembes keluar ke Bhopal.
Selain itu, banyak warga yang baru
terbangun segera terpapar dan merasa seperti tersedak akibat paparan gas
beracun. Ketika mencoba melarikan diri, banyak warga malah bergerak ke arah
awan gas, membuat kondisi mereka semakin memburuk, dan banyak orang
terinjak-injak akibat kepanikan yang terjadi. Diperkirakan 2.000-8.000 orang
tewas dalam beberapa hari setelah Bencana Bhopal. Sebagian besar dari mereka
merasa tercekik karena menghirup gas, mengalami gejala nyeri pernapasan, sakit
mata, dan pembengkakan otak sebelum kematiannya. Setelah bencana, sulit untuk
melacak berapa banyak orang yang terpengaruh karena banyak mayat segera dikubur
sebelum sempat didata. Diperkirakan terdapat tambahan 8.000 orang meninggal
karena efek paparan gas berkepanjangan di tahun-tahun setelah Bencana Bhopal,
dan hingga 100.000 orang mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti masalah
pernafasan kronis, cacat lahir, masalah neurologis, penurunan sistem kekebalan
tubuh, dan kerusakan jantung.
1.
Apa isu-isu etis yang dikemukakan oleh kasus ini?
Union Carbide dinilai tidak memiliki
langkah-langkah keamanan yang memadai untuk mencegah bencana seperti itu, dan
kondisi peralatan pabrik yang kurang terawat membuat kecelakaan hampir tak
terelakkan. Perusahaan ini juga dituduh melakukan pemotongan biaya dan kurang
memperhatikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Banyak sejumlah operator
peralatan terbaik berhenti dan digantikan dengan pekerja yang pendidikan di bawah
standar yang dibutuhkan perusahaan.
2.
Apakah doktrin hukum “perseroan terbatas” sudah diterapkan
untuk melindungi para pemegang saham Union Carbide Corporation (US)?
Belum diterapkan untuk melindungi pemegang saham, karena
utang perusahaan yang besar hingga mencapai $ 1 miliar menyebabkan para
pemegang saham telah mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena manajer
perusahaan telah gagal untuk memperingatkan mereka dari risiko pabrik di India.
3.
Apakah operasi India, yang sedang diawasi oleh para manajer
Union Carbide Corporation (US) sesuai dengan standar hukum atau moral atau
etika?
Belum, karena perusahaan Union Carbide India Ltd belum
memenuhi standar hukum dan etika yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk.
Oleh karena itu, banyak tragedi yang terjadi di pabrik karena tidak
memperhatikan hal-hal yang berdampak buruk serta kurangnya pelatihan untuk para
pekerja yang diberikan sementara itu mayoritas karyawan yang buta huruf
sehingga tidak tahu bahaya pestisida bagi tubuh dan lingkungan sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar