Senin, 22 April 2013


Pemekaran Papua Jalan Pintas Mempercepat Pembangunan Daerah

Ditinjau dari provinsi Papua Barat yang ber ibukota Manokwari dengan luas daerahnya 115.363,50 km2 setelah memekarkan diri dari wilayah papua. Papua Barat kini menjadi provinsi indonesia ke 31 pada tanggal 21 November 2001.

Dengan otonomi khusus sudah ada kelihatan perkembangan perekonomian daerahnya. Mungkin untuk kedepannya Papua Barat akan terus mengejar dan suatu saat nanti daerah ini optimis akan menjadi provinsi teratas tingkat perekonomian di Indonesia.

Sekarang Papua Barat sudah tersohor kemancanegara lainnya, karena terkenal dengan tempat pariwisata daerah, seperti contohnya : keindahan pulau – pulau di Kepulauan Kab. Raja Ampat yang memukai dan memikat turis untuk berlibur kesana.

Memang diakui Papua Barat mempunyai potensi kekayaan hayati flora dan fauna, karena itu pemerintah daerah setempat melibatkan pemuka adat dan masyarakat untuk mengelola kekayaan alamnya. Demi untuk meningkatkan dan membangun perekonomian kesejahteraan masyarakat di Papua Barat. Hal ini membuat investor luarpun berminat untuk menanamkan modalnya disana. Seperti pembangunan perhotelan dan sarana tempat hiburan lainnya.

Selain untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kab. Raja Ampat, pemerintah daerah tersebut berusaha untuk mengembangkan potensi perkebunan yang akan di pusatkan di Pulau Pam, Kofiau dan Salawati dengan komoditas utamanya perkebunan kelapa dalam dan kelapa sawit.

Kab. Raja Ampat mempunyai kekayaan alam lainnya seperti : pertambangan di Pulau Salawati terdapat batu bara dan migas, Waigeo dan Gag terdapat nikel, Batanta dan Misool terdapat emas dan bahan baku semen.

Kekayaan lautnya pun tak kalah banyaknya, seperti pengembangan perekonomian masyarakatnya dengan potensi perikanan yang terdapat di Kepulauan Ayau, Waigeo, Batanta , Salawawti, dan Kofiau.

Pemerintahan pusat pun membantu dan berusaha untuk mempromosikan daerah Papua Barat ke mancanegara, yang kaya dengan kekayaan alamnya. Patut berbanggalah masyarakat Papua Barat mempunyai alam yang daerahnya masih asri hijau membentang luas.

Selain Papua Barat, daerah lainnya di Sumatra seperti Provinsi Bangka Belitung yang sebelumnya masuk kedaerah Provinsi Sumatra Selatan juga telah berkembang perekonomian masyarakatnya. Selain dari itu Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Bante dan yang terbaru Provinsi Kalimantan Utara.

Pemekaran wilayah bertujuan untuk sebagai salah satu langkah cepat atau solusi memajukan kawasan indonesia yang luas daerahnya, supaya tidak ketinggalan dari daerah lainnya.


Analisis :

Pemekaran wilayah bertujuan untuk sebagai salah satu langkah cepat atau solusi memajukan kawasan Indonesia yang memiliki daerah yang cukup luas agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya.

Pemekaran di wilayah Papua merupakan cara terbaik untuk mempercepat perkembangan perekonomian masyarakatnya, demi pembangunan Kawasan Timur wilayah Indonesia.

Dengan adanya pemekaran wilayah pembangunan kawasan timur khususnya Papua dapat dilakukan secara merata, karena masing – masing Provinsi yang dimekarkan dapat mengajukan anggaran untuk pembangunan daerahnya.

Untuk menggerakkan roda pembangunan daerahnya bisa dilaksanakan dengan bantuan pemerintah pusat dari masing – masing daerahnya. Maka dengan itu masyarakat Papua sendiri harus membantu mendorong adanya pemekaran wilayah ini.

Masyarakat Papua harus bersemangat dan gigih, bersatu untuk memajukan daerahnya dan mempercepat roda pembangunan untuk memajukan perekonomian daerahnya.

Senin, 08 April 2013

Analisis Perekonomian Indonesia


Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi kondisi ekonomi global.

"Perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2012 ini diperkirakan hanya akan tumbuh 6,2-6,3 persen. Sehingga akan susah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di akhir tahun ini," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya Jakarta, Senin (5/11/2012).

Menurut Suryamin, kesulitan pencapaian target perekonomian Indonesia di akhir tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi dan kondisi perekonomian global. Apalagi saat ini ekspor Indonesia ke beberapa negara terkemuka di dunia juga cenderung menurun.

Saat ini, kondisi ekspor di tanah air dikontribusikan dari negara China, Jepang dan Amerika. Tiga negara tersebut juga mengalami penurunan permintaan ekspor ke tanah air sehingga hal tersebut juga berdampak ke perdagangan dalam negeri.

"Tiga negara itu juga masih dibayangi krisis. Mereka juga impornya turun. Kita ekspor ke mereka juga turun. Sehingga target 6,5 persen akan sulit tercapai di akhir tahun. Angka 6,2-6,3 persen saja sudah bagus," tambahnya.

Sekadar catatan, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2012 ini tumbuh 6,17 persen (yoy), 3,21 persen (qoq) dan 6,29 persen (ytd).

Kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga 5,68 persen, penurunan konsumsi pemerintah 3,22 persen, pembentukan odal tetap bruto 10,02 persen, ekspor turun 2,78 persen, dan impor turun 0,54 persen.  
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/05/21421335/Pertumbuhan.Ekonomi.Diperkirakan.Tidak.Capai.Target)


Analisis :
Dari atikel diatas, saya menyimpulkan bahwa perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini tidak terkendali ini di karenakan sulitnya pencapaian target perekonomian indonesia di akhir tahun masih di pengaruhi oleh kondisi perekonomian global. 

Disisi lain  pelemahan kinerja permintaan ekspor komoditas pertambangan dan perkebunan juga mempengaruhi lambatnya turunnya harga komoditas. Akibatnya, terjadi pelemahan daya beli masyarakat di daerah penghasil tambang dan perkebunan.

Pertumbuhan ekonomi indonesia saat ini juga sedikit lebih rendah dari tahun - tahun sebelumnya ini di perkirakan karena penurunan kinerja ekspor yang masih berlanjut dan juga pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.

Namun kedepannya pertumbuhan ekonomi di prakirakan akan kembali meningkat, dan ditopang oleh konsumsi dan investasi domestik yang tetap kuat. Dan ekspor diperkirakan juga akan mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya perekonomian beberapa negar mitra dagang utama, meskipun nantinya masih dibayangi ketidakpastian kondisi perekonomian global.