Nama :
Rofifah Pratiwi
Kelas : 4EB12
NPM : 26212666
Walaupun
bisnis wajarnya terkait dengan produksi dan distribusi produk dana jasa,
konstribusi nyata dari ebuah bisnis kepada masyarakat adalah asumsi dan
manajemen resiko. Manajer-manajer bisnis berasumsi bahwa risiko mengontrak
manusia, modal fisik dan uang membentuk suatu produk atau jasa yang mungkin
bisa diterima oleh masyarakat. Jika perusahaan mereka terbukti tidak berhasil,
perusahaan itu bangkrut. Jika sukses, perusahaan mendapatkan keuntungan.
Manajemen risko sangat menantang di level internasional terkait dengan
banyaknya factor yang harus dipertimbangkan.
PENTINGNYA MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Tujuan manajemen risiko keuangan
dalam tingkatan risiko individu adalah untuk mengurangi peluang
meningkatnya kerugian yang berasal dari perubahan-perubahan yang tidak
diperkirakan pada harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.
Pertumbuhan cepat layanan manajemen
risiko menyatakan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai firma dengan
mengatur risiko keuangan. Selain itu, investor dan pemegang saham lainnya
terus-menerus mengharapkan manajer keuangan untuk mengenali dan secara aktif
melakukan manajemen risiko pasar. Jika nilai perusahaan tersebut sama dengan
nilai terkini dari arus kasnya di masa depan, manajemen eksposur aktif dapat
dibenarkan dengan beberapa manfaat, yaitu :
- Manajemen eksposur dapat membantu menstabilkan arus kas yang diinginkan suatu perushaan.
- Manajemen eksposur aktif memungkinkan sebuah firma untuk memfokuskan diri pada risiko bisnis utamanya.
- Pemilik utang, pegawai, dan pelanggan juga memperoleh keuntungan dengan adanya manajemen eksposur.
- Produk derivatif dapat memungkinkan dana pensiun pemimpin perusahaan untuk menikmati keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi pada instrument tertentu tanpa harus benar-benar membeli atau menjual instrument pokok
PERAN AKUNTANSI
Para akuntan manajemen memerankan
peran penting dalam proses manajemen risiko. Mereka membantu mengenali risiko
pasar yang mungkin terjadi, mengukur trade off, memberikan penjelasan atas
produk-produk pencegahan risiko tertentu dan menilai keefektifan program
pencegahan risiko ini.
a. Mengenali
risiko pasar
Pemetaan
risiko merupakan kerangka kerja yang berguna untuk mengenali beragam jenis
risiko pasar yang mungkin terjadi. Kerangka kerja dimulai dengan memeriksa
hubungan antara risiko pasar dengan value drivers sebuah perusahaan
dengan pesaingnya. Value driver smengacu pada kondisi keuangan utama
dan perihal kinerja operasional yang mempengaruhi suatu perusahaan. Risiko
pasar meliputi: risiko valuta dan risiko suku bunga, serta risiko harga
komoditas dan ekuitas.
b. Mengukur trade
off
Mengukur trade
off yang berhubungan dengan alternatif dalam merespon suatu
risiko.Manajemen dapat memilih untuk tetap menghadapi risiko daripada melakukan
pencegahan jika biaya perlindungan risiko lebih tinggi daripada keuntungannya.
c. Manajemen
risiko di dunia nilai tukar mengambang
Dalam
analisis ini ditekankan pada perubahan nilai tukar. Ada tiga alasan yang
mendasari hal ini, yaitu:
- Nilai tukar merupakan bentuk risiko umum dihadapi perusahaan diberbagai negara.
- Eksekutif keuangan yang berpengalaman menyatakan bahwa risiko valuta adalah salah satu risko eksternal yang paling sulit dan harus ditangani manajer keuangan.
- Konsep manajemen risiko dan perlakuan akuntansi asosiasi terhadap risiko valuta asing bersifat sejajar dengan yang digunakan untuk risiko suku bunga, harga komoditas, dan harga ekuitas.
Dalam dunia
nilai tukar mengambang, manajemen risiko terdiri atas:
1.
Mengantisipasi
pergerakan nilai tukar
2.
Mengukur
pemajanan perusahaan terhadap risiko bursa
3.
Merancang
strategi perlindungan yang sesuai
4.
Membangun
kembali manajemen risiko internal
Meramalkan Perubahan Nilai Tukar
Dalam mengembangakan program
manajemen risiko bursa, manajer keuangan memiliki informasi tentang arah,
waktu, dan besarnya perubahan nilai tukar. Jika mengetahui prospek nilai tukar,
manajer keuangan dapat menyusun pengukuran pertahanan dengan lebih efektif dan
efisien. Namun, ketepatan yang pasti dalam memperkirakan pergerakan mata uang
masih sulit.
Akuntan harus dapat mengembangkan
sistem yang dapat mengumpulkan dan memproses informasi yang tepat, lengkap
mengenai segala sesuatu yang berhubungan pergerakan nilai tukar. Sistem yang
menggabungkan informasi yang disediakan oleh layanan perkiraan eksternal,
publikasi keuangan yang mengikuti pergerakan mata uang, dan kontrak harian
dengan dealer mata uang.
Mengukur Pemajanan
Proses penyusunan permasalahan
perusahaan untuk mengurangi akibat perubahan nilai tukar yang merugikan
memerlukan informasi mengenai pemajanannya terhadap risiko kurs valuta asing.
Eksposur valuta asing muncul ketika perubahan kurs valuta asing merubah nilai
asset bersih, pendapatan, dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi
tradisional akan eksposur valuta asing memusatkan pada dua jenis pemajanan
besar: translasi dan transaksi.
Pemajanan translasi
Pemajanan translasi mengukur dampak
perubahan kurs valuta asing terhadap kesetaraan mata uang dalam negeri dari
asset dan kewajiban mata uang asing suatu perusahaan. Pemajanan translasi dapat
diukur dengan mengambil perbedaan antara asset dan kewajiban mata uang asing
terbuka oleh suatu perusahaan.
Kelebihan asset terbuka akan
kewajiban terbuka (yaitu perihal mata uang asing yang ditranslasikan pada nilai
tukar terkini) menyebabkan posisi asset terbuka bersih. Hal
ini kadang dianggap sebagai pemajanan positif. Devaluasi mata uang
asing yang terhadap mata uang pelaporan menghasilkan kerugian translasi.
Sebaliknya, suatu perusahaan memiliki posisi kewajiban terbuka bersih , atau
pemanjanan negative, ketika kewajiban terbuka melebihi asset terbuka . dalam keadaan
ini devaluasi mata uang asing menyebabkan keuntungan translasi dan revaluasi
menyebabkan kerugian translasi.
Akuntansi Vs Eksposur Ekonomi
Kerangka kerja pelaporan yang telah
digambarkan sebelumnya menyoroti pemajanan suatu perusahaan terhadap risiko
valuta asing yang bisa terjadi kapan pun. Namun pelaporan pemajanan translasi
dan pemajanan transaksi tidaklah mengukur eksposur ekonomi peusahaan yang
bersangkutan. Eksposur ekonomi adalah dampak dari perubahan nilai mata
uang terhadap kinerja dan arus kas perusahaan di masa yang akan datang. Dari
waktu ke waktu semakin banyak perusahaan yang membedakan antara pemajanan yang
statis dan pemajanan yang mengalir alami.
Dugaan eksposur ekonomi mengakui
bahwa perubahan nilai tukar berdampak pada posisi kompetitif perusahaan dengan
mengubah harga-harga input dan output yang berhubungan
dengan harga-harga perusahaan asing pesaingnya. Misalnya, sebuah perusahaan
Filipina mendapatkan buruh dan bahan produksinya dari dalam negeri. Devaluasi
Filipina terhadap mata uang asing lainnya dapat meningkatkan posisi anak
perusahaan. Anak perusahaan ini dapat meningkatkan ekspornya ke Australian dan
Amerika Serikat karena peso yang mengalami devaluasi akan membuat barang-barang
produksinya lebih murah dalam dolar Australia dan AS. Penjualan dalam negeripun
dapat meningkat karena devaluasi peso akan membuat barang-barang impor lebih
mahal dari mata uang lokal.
Perusahaan dapat memilih pencegahan
risiko dengan cara:
- Memilih untuk memindahkan tempat produksi untuk mengurangi pemajanan operasional bisnis, namun kegiatan ini membutuhkan skala ekonomi yang forgoing, yang dapat mengurangi nilai pendapatan bisnis yang diharapkan.
- Perusahaan induk menggunakan portofolio untuk mengurangi risiko dengan memilih bisnis yang memiliki pemajanan pengganti kerugian.
Strategi Perlindungan
Setelah pemajanan valuta asing di
ukur, langkah selanjutnya adalah merancang strategi pencegahan risiko yang akan
mengurangi atau menghilangkan pemajanan tersebut. ada beberapa strategi untuk
mengatasi pemajanan valuta asing:
a. Lindung
nilai neraca
Lindung
nilai neraca dapat mengurangi pemajanan suatu perusahaan dengan menyesuaikan
level dan denominasi moneter dari asset dan kewajiban perusahaan. Contohnya,
meningkatnya neraca kas dalam mata uang asing dapat mengganti kerugian
penurunan suku bunga dan pendapatan pada instrument pendapatan tetap dalam
negeri. Metode lain untuk pencegahan risiko pemajanan positif anak perusahaan
yang berlokasi di Negara mudah devaluasi adalah
- Menjaga neraca kas mata uang lokal pada level minimum yang dibutuhkan untuk mendukung operasi tahun berjalan.
- Mengirimkan kembali keuntungan pada perusahaan induk diatas nilai yang dibutuhkan untuk pelunasan modal.
- Mempercepat (memimpin) pengumpulan piutang mata uang lokal yang belum dilunasi.
- Menangguhkan (menambah lama) pembayaran utang mata uang lokal.
- Mempercepat pembayaran mata uang luar negeri.
- Menginvestasi kelebihan kas pada inventaris dan asset uang lokal yang sekiranya tidak akan membuat devaluasi terjadi.
- Menginvestasikan dalam asset asing mata uang yang kuat.
b. Pencegahan
risko opeasional
Bentuk
perlindungan risiko terpusat pada variable yang berpengaruh pada pendapatan dan
pengeluaran mata uang asing. Peningkatan harga jual (untuk penjualan yang
terfaktur dalam mata uang rentan devaluasi) dalam proporsi penurunan mata uang
antisipasi dapat membantu melindungi margin kotor yang ditargetkan. Salah
satunya dengan memfakturkan ke mata uang yang kuat. Lindung nilai struktural
juga mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang
dihadapi perusahaan atau mengubah negara yang menjadi sumber bahan mentah dan
komponen manufaktur. Namun, Pencegahan risiko neraca dan operasional mememakan biaya.
c. Pencegahan
risko kontraktual .
Ragam
pencegahan risiko kontraktual telah dikembangkan untuk memberikan fleksibelitas
pada manajer dan melakukan manajemen eksposur valuta asing.
Akuntansi untuk Produk Lindung Nilai
Produk lindung nilai kontraktual
merupakan kontrak atau instrument keuangan yang memungkinkan penggunanya untuk
mengurangi, menghilangkan, atau sebaliknya mnegalihkan risiko pasar kepada
orang lain.
Pengetahuan tentang aturan-aturan
menejemen akuntansi berkenaan dengan derivative merupakan hal yang penting
ketika kita sedang merancang strategi lindung nilai yang efektif untuk
perusahaan. Untuk memahami seberapa penting auntansi lindung nilai, kita
menggambarkan beberapa praktik akuntansi lindung nilai dasar. Pertama-ama,
tinjaulan komponen dasar dari laporan keuangan (pajak hilang).
Para analisis biaya berfokus pada
pendapatan operasional dalam mengevaluasi seberapa baik manajemen dalam
menjalankan bisnis intinya. Pendapatan bersih terdiri atas dampak pembauran
dari kejadian-kejadian yang tidak biasa.
Perlakuan akuntansi pada derivatif
keuangan yang mendapat sambutan secara operasional adalah menandai produk untuk
dipasarkan dengan keuntungan atau kerugian yang dianggap sebagai komponen
pendapatan non-operasional.
Masalah akuntansi terkait dengan
produk lindung nilai terkait dengan valuta asing memiliki hubungan dengan
pengakuan, pengukuran dan pengungkapan. Pengakuan memiliki arti apakah
instrumen lindung nilai harus dianggap sebagai asset atau kewajiban dalam
laporan keuangan.
Kontak Valuta Asing Berjangka
Pengimpor dan pengekspor biasanya
menggunakan kontrak valuta asing berjangka ketika barang-barang yang akan
difaktur dalam mata uanag asing dibeli dari atau dijual kepada pihak asing.
Kontrak berjangka ini menjadi kompensasi atas risiko keuntungan atau kerugian
transaksi ketika nilai tukar turun naik antara tanggal transaksi dan
penyelesaian. Kontrak berjangka juga melindungi nilai mata uang asing
antisipasi yang dapat dibayar atau dibayarkan kembali (kesepakatan mata uang
asing) dan dapat digunakan untuk pertukaran yang diatur dan karenanya bersifat
kurang likuid daripada kontrak-kontrak lainnya. Dengan kata lain, kontrak ini
bersifat fleksibel dalam jumlah dan waktunya.
Kontak valuta asing berjangka adalah
kesepakatan untuk mengirim atau menerima sejumlah mata uang asing untuk ditukar
dengan mata uang dalam negeri, di tanggal yang akan datang, dengan nilai tukar
yang ditentukan yang disebut dengan nilai berjangka.
Perlakuan Akuntansi Akan Kontrak Berjangka
|
Untung / rugi
|
Diskon/ premi
|
|
|
Transaksi mata uang asing yang
belum diselesaikan kesepakatan mata uang asing yang dapat diidentifikasi
posisi aset(kewajiban) bersih terbuka
a. Mata
uang asing adalah mata uang fungsional
b. Mata uang
induk adalah mata uang fungsional spekulasi
|
Diakui dalam pemasukan saat ini
Diakui dalam pemasukan saat ini
Diungkap dalam komponen terpisah
dari ekuitas terkonsolidasi
Diakui dalam pemasukan saat ini
|
Diakui dalam pemasukan saat ini
Diakui dalam pemasukan saat ini
Perlakuan yang sama seperti
untung/rugi yang berhubungan, atau pemasukan kini
Diakui dalam pemasukan saat ini
|
Opsi Keuangan
Kontrak ijon keuangan (futures
contract) adalah hal yang serupa dengan kontrak berjangka (forward
contract). Seperti halnya kontrak berjangka, kontrak ijon merupakan kesepakatan
untuk membeli atau mengirim sejumlah mata uang asing pada tanggal di
masa yang akan datang dengan harga yang ditetapkan. Kemungkinan lainnya adalah,
kontrak ijon dapat memungkinkan penyelesaian kas dari pada pengiriman dan dapat
dibatalkan sebelum pengiriman dengan membuat kontrak koompensasi untuk
instrumen kuangan yang sama.
Cara kerja kontrak ijon, jika alpha
corporation meminjam yen selama 3 bulan dan ingin melindungi dirinya dari
apresiasi yen sebelum jatuh tempo, perusahaan ini dapat membeli kontrak ijon
untuk menrima jumlah yen yang setara dalam 90 hari. Apresiasi yen ini dapat
menyebabkan keuntungan pada kontrak ijon, menjadi kompensasi kerugian pinjeman
yen.
Opsi Mata Uang
Opsi mata uang memberikan hak pada
pembeli untuk membeli (tarif) atau menjual (tawar) mata uang dari penjual
(penulis) dengan harga yang ditentukan (pengacau) pada atau sebelum
tanggal yang ditentukan (strike). Opsi tipe Eropa hanya dapat dilaksanakan
pada tanggal berakhirnya. Opsi tipe Amerika dapat dilaksanakan kapan pun hingga
dan termasuk tanggal berakhirnya.
Pembeli hak tarik membayar
premi untuk opsi dan keuntungan jika harga aset pokok melebihi harga
pangacau pada saat jatuh tempo. Pembeli hak tawar memperoleh keuntungan jika
harga jatuh dibawah harga pengacau pada akhir periode.Opsi mata uang juga bisa
digunakan untuk mengatur pendapatan. Anggaplah bahwa seorang penjual opsi
meyakini bahwa nilai euro akan naik dalam waktu tertentu.
Swap Mata Uang
Swap mata uang terdiri atas
perubahan kini dan nanti dari dua mata uang yang berbeda pada kurs yang
ditetapkan sebelumnya. Swap mata uang memungkinkan perusahaan untuk mengakses
pasar modal yang tadinya tidak dapat diakses dengan biaya yang layak. Swap mata
uang juga memungkinkan sebuah perusahaan untuk menjalankan lindung nilai
terhadap risiko nilai tukar yang muncul dari bisnis internasional.
Alpha Corporation (perusahaan
multinasional yang berpusat di Inggris) ingin meningkatkan 10.000.000 dari utang
nilai tetap dalam poundsterling Inggris untuk membiayai perusahaan baru yang
didirikan di London, Alpha secara relatif belum dikenal oleh investor Inggris.
Hal yang sama juga terjadi pada Beta Company yang berlokasi di Inggris.
Perusahaan ini ingin membiayai anak perusahaan yang ada di New York dengan
jumlah modal dolar yang serupa. Dalam situasi ini Bank Gamma dapat
mengakomodasi dua perusahaan tersebut dengan melakukan swap mata uang
dolar AS/ poundsterling Inggris. Jika nilai tukar swap 1,00 dolar =
0,66 poundsterling (keduanya pada masa awal dan masa jatuh tempo); waktu swap
tersebut adalah 5 tahun, dan swap ini menentukan suku bunga sebanyak 10% dalam
poundsterling dan 8% dalam dolar. Pola arus kas, pada masa awal Alpha
Corporation menukar 10.000.000 dolar untuk 6.600.000 poundsterling daru Beta
Company. Anggaplah bunga yang dibayar pertahun. Alpha membayar 660.000
poundsterling pada Beta setiap tahun. Dan beta membayar 800.000 dolar pada
Alpha.
Sebagai hasil transaski swap ini,
baik Alpha Corporation dan Beta Company, Ltd. telah bisa mengakses dana dalam
pasar yang secara relatif tidak bisa diakses, dan keduanya bisa mengakses biaya
tanpa mengeluarkan biaya risiko nilai tukar. Perusahaan berutang pada
keuntungan-keutungan komparatifnya saat melakukan pnjaman di pasar dalam
negerinya, sehingga kedua perusahaan telah mendapatkan pinjaman mata uang asing
dengan harga yang lebih rendah dari pada degan cara lain.
Perlakuan Akuntansi
Badan Standar Akuntansi Keuangan
mengeluarkan FAS no. 133, dan diamandemen oleh FAS 138 dan diperjelas oleh FAS
149, untuk memberikan sebuah pendekatan yang menyeluruh terhadap akuntansi bagi
transaksi derivative dan lindung nilai. IAS 39, yang baru-baru ini direvisi,
berisi petunjuk-petunjuk sama yang memberikan, untuk pertama kalinya, panduan
universal mengenai akuntansi dalam keuangan derivatif. Meski kedua ketetapan
ini memiliki tujuan yang sama, standar-standar ini rincian panduan penerapannya
berbeda.
Sebelum standar dibuat, standar
akuntansi global untuk produk derivatif tidak lengkap, tidak konsisten dan
dikembangkan secara bertahap. Sebagian besar instrument keuangan,
yang sifatnya dapat dieksekusi, diperlakukan sebagai pos-pos di luar neraca.
Kemudian FASB menerbitkan FAS No.133, yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada
bulan April 2003, untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas
akuntansi untuk transaksi derivatif dan lindung nilai. IFRS No. 39 (revisi)
berisi panduan yang untuk pertama kalinya memberikan tuntunan yang universal
terhadap akuntansi untuk derivatif keuangan.
Provisi dasar standara-standar ini
adalah
- Semua instrumen derivatif harus dilaporkan dalam neraca sebagai aset dan kewajiban. Pos-pos tersebut harus dicatat dengan nilai wajar, termasuk pos-pos yang disimpan dalam kontrak penyelenggara yang tidak dijabarkan dengan nilai yang seimbang.
- Laba dan rugi dari perubahan-perubahan dalam nilai yang seimbang dari instrumen derivatif bukanlah termasuk aset dan kewajiban. Laba dan rugi secara otomatis termasuk ke dalam pendapatan jika laba dan rugi tersebut tidak berperan sebagai lindung nilai.
- Lindung nilai harus sangar efektif untuk memenuhi syarat perlakuan akuntansi khusus.
- Hubungan lindung nilai harus dicatat secara keseluruhan untuk keuntungan pembaca laporan.
- Laba dan rugi lindung nilai investasi bersih mata uang asing scara langsung dilaporkan dalam pendapatan komperhensif lainnya. Laba rugi ini setelah itu diklasifikasi lagi kedalam pemasukan saat ini ketika anak perusahaan terjual atau dilikuidasi.
- Laba atau rugi dalam lindung nilai arus kas yang belum pasti, seperti penjualan ekspor yang diperkirakan, secara langsung dianggap sebagai elemen pendapatan komperhensif. Laba rugi termasuk pendapatan ketika transaksi yang diperkirakan memengaruhi pendapatan.
Masalah-masalah Praktis
Meskipun panduan pelaksanaan yang
dikeluarkan oleh FASB dan IASB telah berperan dalam menjelaskan pengakuan
dan pengukuran derivatif, beberapa masalah masih tersisa. Masalah pertama
berhubungan dengan penentuan nlai wajar. Wallace memperkirakan bahwa ada 64
hitungan yang mungkin dipakai dalam mengukur perubahan nilai wajar dari risikoyang
dicegah dan instrumen lindung nilai. Dia menemukan empata cara untuk mengukur
perubahan nilai wajar dari risiko-risiko yang dicegah, yaitu:
a. Nilai
pasar seimbang
b. Penggunaan
nilai tukar spot-to-spot
c. Penggunaan
nilai tukar forward-to-forward
d. Penggunaan
model penetapan harga opsi
Kerumitan pelaporan keuangan juga
muncu jika lindung nilai tidak dianggap begitu efektif dalam mengompensasi
risiko valuta asingnya. Namun, ‘begitu efektif’ merupakan anggapan yang
subjektif. Dalam teorinya, begitu efektif berarti korelasi negatif yang
sempurna antara perubahan nilai atau arus kas suatu derivatif dan perubahan
dalam nilai atau arus kas dari pos-pos yang nilainya dilindungi. Hal ini
menunjukan lingkupan perubahan nilai derivatif yang dapat diterima.
LINDUNG NILAI ASET DAN KEWAJIBAN
YANG DIAKUI ATAU KESEPAKATAN PERUSAHAAN YANG TIDAK DIAKUI
Ketika anak perusahaan asing dengan
posisi asset terbuka bersih dikonsolidasi dengan perusahaan induknya, kerugian
translasi akan terjadi jika mata uang asing kehilangan nilai terhadap mata uang
yang digunakan perusahaan induk. Kerugian translasi juga muncul jika anak
perusahaan di luar negeri memiliki posisi kewajiban terbuka bersih dan nilai
mata uang asingnya meningkat terhadap mata uang induk. Satu cara untuk
mengurangi kerugian semacam ini adalah dengan membeli kontrak berjangka.
Strateginya adalah untuk mendapatkan keuntungan transaksi yang dicapai pada
kerugian translasi kompensasi kontrak berjangka.
Sebagai contoh anggaplah bahwa anak
perusahaan AS yang berlokasi di Jepang memiliki posisi kewajiban
terbuka bersih senilai JYP 135.000.000 pada 30 Sep. mata uang fungsionalnya
adalah dolar. Untuk memperkecil terjadinya kerugian translasi yang dipicu oleh
apresiasi yen yang tidak terduga, perusahaan induk AS membeli kontrak berjangka
untuk menerima 135.000.000 yen dalam 90 hari pada nilai berjangka sebesar
$0,008570. Nilai tukar pada akhir tahun adalah sebagai berikut:
30 september spot = $
0,008505
30 september 90 hari berjangka = $0,008570
31 Des spot = $0,008640
Keuntungan atas kontrak forward
secara efektif telah mengimbangi devaluasi nilai peso. Perkiraan margin kotor
dan laba operasi dapat dibuat. Diskon kontrak forward merupakan biaya atas
lindung nilai risiko valas.
Perlakuan akuntansi yang sama dapat
terjadi jika eksportir kanada tersebut melakukan perjanjian penjualan pada
tanggal 1 September untuk mengirimkan barang dan menerima pebayaran sebesar Rp
1.000.000 dari importir Meksiko dalam 3 bulan ke depan, dan untuk mengirimkan
barang segera dan menunggu beberapa saat untuk menerima pembayaran. Jenis
kontrak wajib ini dikenal sebagai komitmen mata uang asing.
Di lain pihak, tampilan di atas juga
dapat terjadi dalam bentuk perkiraan akan dilakukan penjualan ekspor. Harapan
ini bukanlah hasil dari transaksi masa lalu ataupun juga bukan hasil dari
komitmen penjualan perusahaan. Ini merupakan bentuk arus kas masa depan yang
tidak pasti (antisipasi transaksi). Dengan demikian, keuntungan atau kerugian
atas kontrak forward untuk melakukan lindung nilai terhadap perkiraan
penerimaan dalam peso pada awalnya akan dicatat dalam ekuitas sebagai bagian
dari laba komprehensif. Jumlah ini akan direklasifikasikan menjadi laba kini di
dalam periode saat penjualan ekspor benar-benar dilakukan.
Jika pada tanggal 1 Sep sebuah
perusahaan Kanada menjual dengan angsuran barang-barang kepada importir Meksiko
sebesar 1 juta peso Meksiko (MXP). Perubahan nilai tukar Kanada/ Peso adalah
sebesar CAD 0,13 = MXP 1. Pada 1 Des menjadi CAD 0,11 = MXP 1. Eksportir Kanada
berharap menerima CAD 140.000 untuk MXP 1.000.000 yang
diutangkan jika nilai spot tetap tidak berubah hingga 1 Des. Untuk
menghindari menerima kurang dari CAD 140.000 jika peso sebelum 1 Des
kehilangan nilai, eksportir Kanada melakukan kontrak berjangka pada 1
Sep untuk mengirimkan MXP 1.000.000 untuk dolar Kanada
pada 1 Des dengan nilai berjangka sebesar CAD 0,13 = MXP 1.
BERSPEKULASI DALAM MATA UANG ASING
Peluang muncul untuk mempertinggi
pendapatan yang dilaporkan dengan menggunakan kontrak berjangka dan kontrak
opsi dalam pasar valuta asing.kontrak berjangka yang dibeli ketika spekulasi
dicatat di awal pada nilai berjangka. Nilai berjangka adalah indikator terbaik
dari nilai spot yang akan berlaku ketika jatuh tempo.
Perlakuan akuntansi untuk instrumen
mata uang asing lainnya yang dibahas adalah mirip dengan perlakuan untuk
kontrak forward. Perlakuan akuntansi yang dibahas di sini berdasarkan pada
sifat aktifitas lindung nilai yaitu apakah derivatif melindungi nilai komitmen
perusahaan, transaksi yang akan terjadi, investasi bersih pada operasi luar
negeri, dan sebagainya.
PENGUNGKAPAN
Sebelum adanya ketetapan seperti FAS
133 dan IAS 39, pengungkapan keuangan perusahaan tidak memberikan para pembaca
laporan, apakah atau sejauh manakah manajemen telah menjalankan kontrak
derivative. Memperkirakan dampak yang mungkin terjadi terhadap kinerja yang
dilaporkan dan kompleksitas risiko yang dihadapi perusahaan merupakan hal yang
sulit. Pengungkapan yang diwajibkan oleh FAS 133 dan IAS 39 sangatlah membantu
proses perkiraan ini. Pengungkapan itu antara lain:
- Tujuan dan strategi manajemen resiko untuk melakukan transaksi lindung nilai
- Deskripsi pos – pos yang nilainya dilindungi.
- Pengenalan risiko pasar sebuah perusahaan yang dicegah.
- Deskripsi mengenai instrumen lindung nilai.
- Jumlah yang tidak dimasukkan dalam pengkajian keefektifan lindung nilai.
- Pembenaran apriori bahwa hubungan perlindungan nilai akan sangat efektif untuk meminimalkan risiko pasar.
- Pengkajian perlindungan nilai yang berkelanjutan dari semua derivatif yang digunakan selama periode ini.
Kendali Keuangan
Strategi manajemen risiko harus
mengevaluasi keefektifan dari program lindung nilai. Masukan dari sistem
evaluasi yang meneluruh dapat membantu membangun pengalaman institutional dalam
praktik manajemen risiko. Penaksiran kinerja dari program manajemen risiko juga
memberikan informasi jika strategi yang ada tidaklah lagi sesuai.
Poin kendali keuangan
Ada beberapa area di mana sistem
evaluasi dapat berjalan lancer. Area-area in terdiri atas, tetapi juga tidak
terbatas pada, bendahara perusahaan, pembelian dan anak perusahaan luar
negeri. Kendali bendahara perusahaan memperkirakan kinerja
program manajemen risiko pertukaran total. Perkiraannya antara lain lengukur
semua pemajanan yang telah diatur, menemukan lindung nilai yang digunakan, dan
melaporkan hasil dari lindung nilai. Sistem evaluasi seperti ini juga
melibatkan pencatatan tentang bagaimana dan seberapa jauh bendahara perusahaan
membantu unit bisnis lain dalam organisasinya.
TOLOK UKUR YANG SESUAI
Tujuan dari manajemen resiko adalah
untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan resiko dan biaya-biaya. Oleh
karena itulah, standar yang sesuai dan digunakan untuk menilai kinerja yang
sebenarnya merupakan unsur penting dalam sistem penilaian kinerja mana pun.
Took ukur ini harus ditentukan dari awal dalam program perlindungan mana pun
dan harus berdasarkan pada konsep biaya peluang.
Ketika program manajemen risiko
valuta asing dibuat terpusat, tolok ukur yang sesuai digunakan untuk
membandingkan keberhasilan perlindungan risiko perusahaan akan menjadi program
yang dapat dilaksanakan oleh manajer-manajer lokal.
Sistem Pelaporan
Sistem pelaporan resiko keuangan
harus dapat merekonsiliasikan sistem pelaporan internal dan eksternal. Kegiatan
manajemen resiko memiliki orientasi kedepan. Namun pada akhirnya mereka harus
merekonsiliasikan dengan pengukuran potensi resiko dan akun-akun keuangan untuk
keperluan pelaporan eksternal. Biasanya jatuh di bawah yurisdiksi
departemen pengatur perusahaan. Pendekatan tim bersifat paling efektif dalam
menentukan tujuan risiko keuangan, standar kinerja, dan sistem pengawasan serta
sistem palaporan. Manajemen risiko keuangan merupakan contoh utama dari hal di
mana keuangan dan akuntansi perusahaan terkait erat.
SUMBER :
Frederick D.S Choi, Gary K. Meek,
International Accounting, Buku 2 Edisi 6, Penerbit: Salemba Empat