Jumat, 07 Juni 2013

KALBAR PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR PERBATASAN


INILAH.COM, Pontianak - Provinsi Kalbar termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang langsung berbatasan langsung dengan Malaysia. Posisinya yang strategis ini mendapat perhatian serius pemerintah Indonesia dalam upaya percepatan pembangunan.

Menurut Anggota Komisi V DPR-RI Lasarus, S.Sos, pihaknya akan terus memberikan prioritas terhadap pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan, pulau terluar, serta wilayah terpencil.

Untuk itu, dirinya meminta agar balai-balai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat.
Ketika ditanya mengenai pembangunan jalan, Lasarus juga menyoroti perlunya pengaturan bobot kendaraan dan pengoperasian jembatan timbang secara ketat.

“Salah satu hal yang sangat penting adalah soal pengaturan jalan. Seperti yang kita tahu, kadangkala Kementerian PU telah membangun jalan yang bagus, dengan kapasitas hingga 8 ton misalnya. Tetapi ternyata, kendaraan yang lewat bobotnya jauh lebih berat dari itu, misalnya truk batu bara. Seharusnya, sumbu-sumbu kendaraan diatur sehingga bobotnya sesuai dengan standar jalan,” jelas Lasarus yang juga Dapil Kalbar.

Lasarus menambahkan, pengoperasian jembatan timbang pada dasarnya ada di daerah sehingga merupakan tanggung jawab pemda. Begitu pula dengan penyediaan drainase dalam pembangunan jalan, harus dilakukan sebab sudah diatur dalam UU.

“Hal-hal semacam ini merupakan aturan main yang mesti kita patuhi bersama,” katanya.

Diakui Politisi PDIP ini, saat ini masih terdapat gap dana pembiayaan pembangunan, termasuk di bidang infrastruktur.

Ia mengatakan daerah perbatasan merupakan daerah yang diprioritaskan dibangun karena daerah perbatasan merupakan beranda NKRI dengan negara tetangga. Daerah perbatasan merupakan prioritas pemerintah yang perlu dibangun secepatnya, sehingga maju dan menjadi andalan pemerintah.

"Pembangunan daerah perbatasan merupakan prioritas pemerintah yang ke-10. Karena itu dalam beberapa tahun kedepan, akan terus dikucurkan dana pembangunan daerah perbatasan," kata Lasarus.

Pihaknya dalam beberapa tahun terakhir akan terus melakukan terobosan, dengan melakukan intervensi pembangunan, agar secepatnya daerah mampu bangkit dan keluar dari ketertingalan.

Kedepan bersama pemerintah, pihaknya akan terus mengucurkan dana bagi daerah perbatasan, tertinggal dan terluar, dengan harapan daerah terus melakukan upaya sinkronisasi program. [ton]

Analisis : 
Pembangunan Daerah sudah seharusnya dilakukan di daerah - daerah yang terpencil terutama di daerah perbatasan. Karena daerah perbatasan merupakan beranda Indonesia dengan negara tetangga. Daerah perbatasan juga merupakan prioritas utama pemerintah yang perlu dibangun secepatnya, sehingga maju dan menjadi andalan pemerintah.
Dalam membangun infrastruktur yang baik diperlukan biaya yang cukup banyak dan kerja sama dengan Kementrian pekerja umum dan pemerintah daerah setempat. Pembangunan jalan di daerah terbatas sungguh sangat di perlukan. Jalan yang telah ada sebenarnya sudah bagus dan memadai namun hanya aja bobot jalan yang di bangun dengan jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut tidak sebanding. Itu mengakibatkan jalan yang tadinya terlihat bagus menjadi rusak.
Kendala ini seharusnya dapat diatasi dengan mengatur jumlah kendaraan. Dan kendala ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah serta penyediaan drainase juga sangat di butuhkan dalam pembangunan jalan tersebut.