Jumat, 09 Januari 2015

KUTIPAN

A.    PENGERTIAN KUTIPAN
Kutipan adalah suatu kalimat dari pendapat seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah- majalah, dan surat kabar. Kutipan juga dapat diambil dari sumber lisan, yaitu dari ucapan lisan seperti pidato atau diskusi. Penulis cukup mengutip pendapat yang dianggapnya benar itu dengan menyebutkan di mana pendapat itu dibaca atau didengarkannya, sehingga pembaca dapat mencocokan kutipan itu dengan sumber aslinya.
Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis dalam sebuah karangan. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Namun jika ada keraguan atau kesalahan dalam kutipan yang kita ambil tersebut kita dapat menandakannya dengan [sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa ada editan dan kita tidak bertanggung jawab jika ada kesalahan dari kutipan ynag kita ambil. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, misal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.

B.      JENIS KUTIPAN
Terdapat beberapa jenis kutipan, yaitu :
1.      Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Disini kita sama sekali tidak boleh merubah atau menghilangkan kata atau kalimat dari sumber kutipan kita.
2.      Kutipan tidak langsung
Kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
3.      Kutipan pada catatan kaki
4.      Kutipan atas ucapan lisan
5.      Kutipan dalam kutipan

C.    CARA MENGUTIP
Beberapa cara teknik mengutip kutipan langsung dan tidak langsung diantaranya sebagai berikut.
1.      Kutipan langsung
a.     Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris :
§  Kutipan diintegrasikan dengan teks
§  Jarak antar baris kutipan dua spasi
§  Kutipan diapit dengan tanda kutip
§  Sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
b.     Kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4 baris :
§  Kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
§  Jarak antar kutipan satu spasi
§  Kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
§  Kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
§  Di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1) 
2.      Kutipan tidak langsung
§  Kutipan diintegrasikan dengan teks
§  Jarak antar baris kutipan spasi rangkap
§  Kutipan tidak diapit tanda kutip
§  Sesudah selesai diberi sumber kutipan
3.      Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
4.      Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
5.      Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

D.     CONTOH KUTIPAN
1.      Kutipan langsung
a.     Tidak lebih dari 4 baris
Bachtiar (1978:76) berpendapat, “Para anggota birokrasi itu sesungguhnya di atur oleh lebih dari satu sistem budaya”.
b.     Lebih dari 4 baris
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)
2.      Kutipan tidak langsung
Pertama-tama harus dibedakan dahulu atara kata ‘aksen’ dan ‘tekanan’. Dalam tata istilah ilmu bahasa ‘aksen’ tidak sama dengan ‘tekanan’. Aksen lebih luas maknanya daripada tekanan. Tata aksen dalam suatu bahasa memperbedakan suku-suku kata (yang sama bentuk foneiksegmentalnya) dengan jalan titinada, kontur lagu, jangka bunyi, dan tekanan. Dengan kata lain, tekanan itu hanya satu bagian dari kata aksen, di samping unsur titinada, kontur dan jangka. (Hockett, 1955:43-66).
3.      Kutipan pada catatan kaki
Karena itu, Herskovits beranggapan bahwa pandangan serupa itulah pandangan yang paling berguna di dalam penyelidikan akulturasi.²

² Kata beliau : “However desirable studies of changes in whole culture my thus be, it seems mos advantageous in al practice for the student to analyse into its components the culture that has experienced contact … one can no more study ‘whole cultures’ than one take as the subject for a specific research project the human body in its entrety …” (M.J. Herskovits, 1948:536)
4.      Kutipan atas ucapan lisan
Dalam menjawab Nota Keuangan & RAPBD Daerah Khusus Ibukota tahun 1973, tanggal 2 Februari 1973, Gubernur Ali Sadikin mengatakan antara lain : ”… Tetapi apabila kita jujur berkenan melihat persoalan itu pada perspektif yang lebih luas dan pada proporsi yang wajar, maka terlihat bahwa kepentingan umum memang benar menuntut adanya pengorbanan-pengorbanan …”
5.      Kutipan dalam kutipan
Menurut An-Nabhani, definisi masyarkat tidaklah seperti apa yang banyak dipahami oleh kebanyakan dari manusia saat ini. Karena ia telah memberikan definisi yang baru terhadap arti masyarakat itu sendiri, seperti apa yang ada di dalam bukunya, “masyarakat adalah kumpulam perasaan, perbuatan, peraturan dan manusia itu sendiri.” (An- Nabhani, 1953:76).

Sumber :

NAMA      : ROFIFAH PRATIWI
NPM         : 26212666
KELAS       : 3EB12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar