Senin, 08 April 2013

Analisis Perekonomian Indonesia


Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi kondisi ekonomi global.

"Perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2012 ini diperkirakan hanya akan tumbuh 6,2-6,3 persen. Sehingga akan susah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di akhir tahun ini," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya Jakarta, Senin (5/11/2012).

Menurut Suryamin, kesulitan pencapaian target perekonomian Indonesia di akhir tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi dan kondisi perekonomian global. Apalagi saat ini ekspor Indonesia ke beberapa negara terkemuka di dunia juga cenderung menurun.

Saat ini, kondisi ekspor di tanah air dikontribusikan dari negara China, Jepang dan Amerika. Tiga negara tersebut juga mengalami penurunan permintaan ekspor ke tanah air sehingga hal tersebut juga berdampak ke perdagangan dalam negeri.

"Tiga negara itu juga masih dibayangi krisis. Mereka juga impornya turun. Kita ekspor ke mereka juga turun. Sehingga target 6,5 persen akan sulit tercapai di akhir tahun. Angka 6,2-6,3 persen saja sudah bagus," tambahnya.

Sekadar catatan, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2012 ini tumbuh 6,17 persen (yoy), 3,21 persen (qoq) dan 6,29 persen (ytd).

Kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga 5,68 persen, penurunan konsumsi pemerintah 3,22 persen, pembentukan odal tetap bruto 10,02 persen, ekspor turun 2,78 persen, dan impor turun 0,54 persen.  
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/05/21421335/Pertumbuhan.Ekonomi.Diperkirakan.Tidak.Capai.Target)


Analisis :
Dari atikel diatas, saya menyimpulkan bahwa perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini tidak terkendali ini di karenakan sulitnya pencapaian target perekonomian indonesia di akhir tahun masih di pengaruhi oleh kondisi perekonomian global. 

Disisi lain  pelemahan kinerja permintaan ekspor komoditas pertambangan dan perkebunan juga mempengaruhi lambatnya turunnya harga komoditas. Akibatnya, terjadi pelemahan daya beli masyarakat di daerah penghasil tambang dan perkebunan.

Pertumbuhan ekonomi indonesia saat ini juga sedikit lebih rendah dari tahun - tahun sebelumnya ini di perkirakan karena penurunan kinerja ekspor yang masih berlanjut dan juga pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.

Namun kedepannya pertumbuhan ekonomi di prakirakan akan kembali meningkat, dan ditopang oleh konsumsi dan investasi domestik yang tetap kuat. Dan ekspor diperkirakan juga akan mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya perekonomian beberapa negar mitra dagang utama, meskipun nantinya masih dibayangi ketidakpastian kondisi perekonomian global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar