Selasa, 04 November 2014

Rancangan Usulan Penelitian Ilmiah


a.       Guna  Rancangan Penelitian ilmiah :
1)Sebagai kerangka operasional penelitian (blue print)
2)Menegaskan kedalaman (intensitas) dan keleluasaan (ekstensitas) penelitian.
3)Memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.
4)Mengetahui kelemahan hasil penelitian
b.      Bentuk  Rancangan usulan penelitian ilmiah :
Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya
a.Skripsi
b.Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.Karangan ilmiah
d.Tesis magister/disertasi doctor
e.Laporan proyek
c.        Isi usulan penelitian ilmiah
A.Bagian Awal
1.Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi

2.Identitas Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
   
3.Tanggal Pengajuan, ditulis :
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
pada tanggal
………………………….. 20………

B.Bagian Utama
1.Perumusan Masalah
Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain. Didalam perumusan masalah inilah akan terlihat kesiapan akademik penyusunan rancangan usulan penelitian itu. Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
b.Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
c.Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
Rasional dari judul yang dipilih. Memberikan nalar dan pembenaran terhadap pemilikan dan perumusan judul yang dipilih. Pada bagian ini dapat dilengkapi dengan pertanyaan penelitian, hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi. Uraian tentang perkiraan hasil (kuantitatif/kualitatif) yang diperkirakan akan dicapai. Diuraikan pula masalah atau hambatan yang diperkirakan akan dihadapi yang dapat mempengaruhi untuk penelitian.

2.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

3.Kerangka Pemikiran Teoritis
Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.

4.Hipotesis
Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.

5.Metode Penelitian
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a.Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
B.Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c.Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
d.Bahan-bahan yang akan dipakai, kalau ada.
e.Alat-alat perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada.
f.Teknik atau model analisis yang akan dipakai.
g.Rancangan aturan-aturan untuk menerima atau menolak hipotesis.

6.Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
a.Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan.
b.Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
c.Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.


C.Bagian Akhir
1.Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.

Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
a.Untuk buku :
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul buku
4.Nama penerbit
5.Tempat penerbitan.


b.Untuk jurnal :
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul tulisan
4.Nama jurnal
5.Jilid ( dan nomor )
6.Halaman

c.Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
d.Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.


2.Daftar Riwayat Hidup
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Nama lengkap dan derajat akademik
b.Tempat dan tanggal lahir
c.Pangkat dan jabatan
d.Riwayat pendidikan tinggi
e.Karya ilmiah
f.Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
g.Penghargaan ilmiah, bila ada.
d. contoh rancangan usulan penelitian ilmiah



Contoh rancangan usulan penelitian
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Internet telah membuat revolusi dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya.Penemuan telegram, telepon, radio dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntut menuju terciptanya internet.Internet yang merupakan hasil pengembangan dari teknologi informasi, saat ini telah menjadi obyek pembicaraan banyak orang, selain dikenal sebagai sumber informasi yang luar biasa besarnya, internet juga dikenal sebagai alat komunikasi antar pemakainya.Dimana kesemuanya tidaklah terbatas pada keadaan geografis dari pemakai internet, jadi dimana dan kapanpun komunikasi dan pencarian informasi dapat dilakukan melalui internet.
Perkembangan teknologi informasi, khususnya internet tentunya mempunyai dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, baik itu dampak negatif ataupun dampakpositif.Masih berkaitan dengan hal tersebut dikalangan masyarakat Indonesia khususnya masih ada angaapan bahwa internet hanya memberikan dampak negatif kepada pengaksesnya.Namunu hal itu tidaklah semuanya benar karena dengan ribuan halaman informasi baru yang setiap harinya dipublikasikan di intenet orang dapat dikatakan banjir informasi.Kemudian orang dipaksa untuk pandai-pandai memilh informasi yang dibutuhkan agar tidak kehabisan waktu mencari dan memilih informasi itu sendiri.
Menyambungkan diri ke internet tentunya bukan tanpa tujuan yang jelas, jangan-jangan nantinya hanya mengambil gambar porno saja, karena nantinya hanya akan mendatangkan dampak negatif bagi pengakses nternet.Ini semua bisa saja terjadi karena di dalam internet terdapat banyak situs porno yang dapat diakses oleh siapa saja.Hal inilah yang sekarang masih menjadi perdebatan orang, lebih banyak mana antara dampak negatif dan dampak positif dari pengguna internet itu sendiri.Lepas dari dampak negatif internet, sebenrnya internet yang merupakan sumber informasi mempunyai dampak positif bagi berbagai pihak yang memerlukan informasi sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan demikian dapatlah diketahui bahwa internet dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.Dikaitkan dengan masalah pelaksanaan otonomi daerah yang mulai diberlakukan 1 Januari 2001, dimana hal itu merupakan momentum bagi tata kehidupan bangsa dan negara.Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi sekitar otonomi daerah maka munculah situs-situs baru di internet yang menyajikan berbagai informasi tentang otonomi daerah.Situs-situs yang bermunculan itu memberikan informasi-informasi tentang otonomi daerah, selain itu situs di internet ini mempunyai tujuan untuk mensosialisasikan otonomi daerah yang selama ini masih mengalami banyak kendala dan hambatan.
Berdasarkan hal di atas maka dapat diambil pokok permasalahan bahwa sebagai sumber informasi yang tidak terbatas oleh kondisi geografis, internet merupakan media yang cocok untuk memberikan informasi dan mensosialisasikan otonomi daerah di Indonesia.JadiIndonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan tidaklah menjadi masalah lagi karena semuanya telah terpecahkan dengan adanya pengembangan teknologi informasi khususnya internet sebagai media yang mensosialisasikan otonomi daerah di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Dari latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Bagaimanakah prospek pengelolaan warung internet di sekitas Kampus Universitas padjajaran ?
2. Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Warung Internet ?
3. Usaha-usaha apa yang perlu dilakukan dalam mengoptimalkan warung internet agar mampu bertahan dan bersaing ?
1.3 Tujuan penelitian
Dari latar belakang, rumusan masalah, dan ruang lingkup penulisan tersebut.Penulisan ini bertujuan :
a. Mengetahui peran internet dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
b. Mengetahui hambatan yang ditemui internet memberikan peran dalam pemberian informasi dan sosialisasi otonomi daerah.
c. Mencari usaha-usaha yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran internet dalam pelaksanaa otonomi daerah.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Peneliti
Dengan penelitian ini, peneliti dapat mengetahui peran teknologi informasi khususnya internet dalam pemberian informasi dan sosialisasi otonomi daerah.
• Bagi kalangan akademis
• Menambah pengetahuan dan wawasan bahwa internet dapat juga dijadikan media pembelajaran yang cukup baik.
• Bagi masyarakat
Dapat mengetahui bahwa internet tidak hanya memberikan pengaruh yang buruk bagi masyarakat namun dapat juga memberikan pengaruh yang baik bagi masyarakat itu sendiri.
2. Bagi bangsa dan negara
Dengan adanya internet yang dapat digunakan sebagai sumber informasi yang tidak terbatas oleh keadaan geografis, secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam mensosialisasikan otonomi daerah.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Sejarah internet
Internet sejak 1990-an telah muncul sebagai alternatif teknologi yang paling revolusioner. Pada awalnya internet hanya dipergunakan untuk komunikasi internal Pentagon, Departemen Pertahanan AS. Internet telah membuat revolusi dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antar individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis. Dalam tulisan ini beberapa aspek yang mempengaruhi pengembangan dan evolusi teknologi internet khususnya dalam penemuan dan sejarahnya. Sejarah intenet dapat dibagi dalam tiga aspek yaitu:
1. adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket ensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala, performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
2. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
3. Adanya aspek yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna.
Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas.Sedangkan sejarah internet itu sendiri muncul setelah ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency) atau Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Jadi bila satu bagian dari sambungan network terganggu dari serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis dipindahkan ke sambungan lainnya. Setelah itu Internet digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Dan baru setelah itu Pemerintah Amerika Serikat memberikan ijin ke arah komersial pada awal tahun 1990.
Ringkasan sejarah:
• 1960
Computer scientists research techniques to connect systems on a shared network.
• 1969
ARPANET (DoD Advanced Research Project Agency) connects UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, and Stanford Research Institute
• 1979
USENET begins offering its worldwide broadcast conferencing system of newsgroups.
• 1981
BITNET (Because It’s Time Network) begins offering e-mail and list servers for information distribution. CSNET (Computer Science Network) offers dial-up service for e-mail. People can now access the Internet using desktop co mputers.
• 1982
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) becomes the standard for network communications on ARPANET.
• 1983
MILNET and DDN (Defense Data Network) split off from ARPANET.
• 1984
The Domain Name Server (DNS) system is introduced.
• 1986
The Cleveland FreeNet starts operation.
• 1987
The National Science Foundation (NSF) signs a $14 million, five-year agreement with IBM, MCI, and the Michigan Educational Research Information Triad to manage the network.
• 1988
Robert Morris, Jr. releases a “worm” into the Internet. Many computers grind to a halt.
• 1990
CERN (the European Particle Physics Laboratory in Switzerland) develops the World Wide Web.
• 1991
NSF lifts the restrictions against commercial use of the Internet. DoDDS starts using CC:Mail.
• 1992
Congress establishes the National Research and Education Network (NREN) as a vision of a national network to serve the educational and research communities. NREN has not been funded.
• 1993
President Clinton becomes the first head of state to use the Internet for electronic messaging. His address is president@whitehouse.gov.
• 1994
Digital video and audio transmit over the Internet.
• 1995
The DoDDS schools in Okinawa establish Internet connections.
2.2 Pengertian Internet
Internet sebenarnya mempunyai banyak pengertian, salah satu dari pengertian tersebut adalah jaringan terdiri dari jutaan komputer dan server yang memnfaatkan jaringan telepon untuk membawa informasi dari satu tempat ketempat lain, ( MBR Consulting 1995 ). Jadi dengan ditemukennya internet memingkinkan seorang mahasiswa dengan dosennya dapat berkomunikasi tanpa harus bertemu langsung, dan seorang presiden dari belahan bumi timur tidak harus ke belahan bumi barat hanya untuk meeting dengan presiden di belahan bumi barat, ataupun seseorang yang ingin berbelanja tanpa harus ketoko bisa memesan apa yang diinginkan langsung dari internet, jadi orang dapat mengakses internet dengan mudah tanpa harus memperhatikan waktun dan tempat. Dan karena hal inilah internet disebut sebagai media super jaringan (supernetwork) Didalammelaksanakan fungsinya sebuah komputer harus mempunyai sebuah modem yang (modulator demodulator), modem inilah yang menghubungkan komputer melalui jaringan teleponatau alat komunikasi lainnnya denganmodem lain yang terhubung suatu jaringan lokal (LAN) , dan fungsi modem itu sendiri adalah mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog ataun sebaliknya sehingga dapat melalui saluran telepon. Host (LAN) meneruskan sampai ke router.
Router adalah perangkat yang menghubungkan sejumlah (LAN) dan meneliti sebuah permintaan yang diterimanya untuk menentukan kebagian mana permintaan itu ditujukan. Kemudian, berdasarkan hubungan-hubunganyang tersedia dan situasi lalu lintas di bagian lain dari internet, router akan menentukan rute yang terbaik untuk menentukan sebuah permintaan agar dapat denagn secepatnya mencapai tujuan. Dan yang awal berupa (LAN) sekarang telah berkembang menjadi (WAN) wide area network yang melayani daerah yang lebih luas.
Untuk menghubungkan sebuah host (komputer yang di masukan ke sebuah jaringan)diperlukan yang namanya provider, provider ini menghubungkan antara pengguna internet satu ke pengguna yang lain dengan leased line atau dial up. Provider itu sendiri telah menjadi sebuah perusahaan jasa sebut saja ISP, yang menghubungkan komputer keinternet. Tentu ini dengan tarip yang telah ada.
Di Indonesia sendiri sudah ada ISP, dan menurut Onno W. Purbo.Phd dari ITB (kompas 19 Fen 1996) saat ini Indonesia telah memuiliki 16 ISP yang terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung termasuk juga kota malang.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini, kami menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, artinya bahwa penulis berusaha menggambarkan masalah, menjelaskan, atau mengungkapkan gejala-gejala yang ada mengenai warung internet di lokasi sekitar kampus universitas padjajaran, dan menelusuri penyebab dari gejala-gejala tersebut.
Penelitian deskriptif menurut Indriantoro (1999) adalah penelitian terhadap masalah-masalah berupa faktor-faktor saat ini dari populasi. Sedangkan menurut Subianto (1998) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membuat deskripsi atas permasalahan yang telah didefinisikan. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati, didukung dengan studi literatur atau studi kepustakaan berdasarkan pada pendalaman kajian pustaka berupa data dan angka sehingga realitas dapat dipahami dengan baik. (Maleong ; 1992 dikutip dalam Indriyani ; 2000)
3.2 Fokus Penelitian
Penelitian pada karya tulis ini di titikberatkan pada metode pengelolaan usaha warung internet yang terdapat disekitar Universitas padjajaran. Oleh karena itu peneliti lebih memfokuskan pada analisis pengelolaan usaha warung internet disekitar kampus Universitas padjajaan.
3.3 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu:
1. Sumber data primer yaitu sumber data yang diambil dari obyek penelitian untuk diolah dan diproses dengan metode yang sudah baku dalam hal ini penulis langsung mengambil data dari warung-warung internet yang ada di sekitar kampus Universitas padjajaran.
2. Sumber data sekunder menurut Indriantoro (1999) adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara(diperoleh dan dicata oleh pihak lain). Penulis mengambil data dari berbagai macam literatur yang berhubungan dengan obyek penelitian.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini untuk pengumpulan data menggunakan beberapa metode yaitu:
1. Observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang yang diteliti, dari sini diambil data yang akurat sesuai dengan praktek di lapangan (Yunanto; 1999).
2. Interview, metode pengumpulan data yang dilakukan secara langsung bertatap muka dan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada responden.
3. Studi pustaka, yaitu peneliti memperoleh data-data atau informasi yang bersifat data kualitatif dan memperkaya bacaan dari berbagai pustaka atau literatur seperti buku, jurnal penelitian dan makalah.
4. Analisis data,yaitu suatu metode yang menggunakan kumpulan data-data yang telah ada untuk dilakukan telaah dan analisis sehingga diperoleh informasi yang valid. Kumpulan data-data ini oleh penulis melalui berbagai teknik pengumpulan data seperti tersebut diatas kemudian dikelompokkan, diidentifikasi serta langkah terakhirnya yaitu melakukan analisis untuk menjawab pertanyaan yang ada.
3.5 Sistematika Penelitian
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, sistematika yang kami tempuh adalah :
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Telaah Pustaka
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab IV : Pembahasan
Bab V :Penutup
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Lokasi
Perkembangan internet sudah merambah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya JATINANGOR,SUMEDANG yang mempunyai banyak sekali lembaga-lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang sangat membutuhkan internet untuk mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan. Perguruan tinggi sebagai tempat berkembangnya ilmu pengetahuan tentu saja tidak terlepas dari arus informasi yang semakin mengglobal, dan tentu saja jatinangor, sebagai salah satu tempat studi tidak ingin ketinggalan dengan tempat studi lain dalam hal pendidikan dan perkembangan arus informasi.
padjajaran sebagai salah satu perguruan tinggi Negeri di jabar merupakan suatu perguruan tinggi yang diharapkan oleh masyarakat jatinagor dapat mengangkat jatingor sebagai tempat studi yang dapat di kenal bukan hanya tingkat nasional, tapi juga dapat di kenal oleh dunia luas. Oleh karena itu perkembangan arus informasi dalam hal ini internet sangat di butuhkan sekali dalam lingkup Universitas padjajaran, dan merupakan suatu hal yang positif bahwa semakin banyak warung internet yang bermunculan di sekitar kampus Universitas padjajaran. Pemilihan lokasi yang tepat terutama di daerah kampus Universitas padjajaran bisa menguntungkan pihak pengelola warung internet di satu pihak dan di pihak lain mahasiswa dan kalangan pendidik dapat dengan cepat mengakses informasi melalui internet
4.2. Prospek Pengelolaan Usaha Warung Internet di Sekitar Kampus Universita padjajaran
Keberadaan waraung internet disekitar kampus Universitas padjajaran menunjukkan kemajuan yang cukup pesat. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan mahasiswa Universitas padjajaran yang semakin membutuhkan arus informasi dari internet. Warung internet disekitar kampus Universitas padjajaran mempunyai prospek ke depan yang cukup bagus, ini terbukti dengan banyaknya pengunjung warung internet dan laba yang didapat per bulannya menunjukkan nilai yang tidak sedikit rata-rata sekitar Rp. 1000.000,00 – Rp. 4.000.000,00 per bulannya. Misalnya, warung internet “ rednet “ yang berlokasi di jalan Kerto Pamuji 27 yang didirikan dengan modal sekitar Rp. 50.000.000,00 yang terdiri dari 20 unit komputer mampu menghasilkan laba paling kecil sekitar Rp. 1000.000,00 per bulannya dan laba yang paling besar yang pernah didapat sekitar Rp. 4.000.000,00 per bulannya. Lain pula halnya dengan warung internet lainnya yang bernama “ DG-Internet “ yang berlokasi di jalan Kerto Sentono 103 Malang yang berdiri pada bulan September tahun 2000 dan memiliki modal awal sekitar Rp. 42.000.000,00 mampu mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 3.000.000,00 per bulannya. Beda pula halnya dengan warung internet “ Kelir-Net 1 “ yang berlokasi di jalan Kerto Senton 86a. Warung internet yang berdiri pada bulan Agustus tahun 2000 dan mulai beroperasi pada 28 September 2000, dengan modal awal Rp. 45.000.000,00 ini, mampu meraih keuntungan sebesar Rp. 500.000,00 ketika pengunjung atau pengguna jasa internet sedang sepi dan dapat meraih keuntungan sekitar Rp. 2.000.000,00, ketika pengunjung sedang ramai.
Prospek yang cerah dari usaha warung internet ini tidak terlepas dari pengelolaan usaha warung internet yang baik. Dimana pemilik warung internet dapat mengelola usahanya dengan memperhatikan kebutuhan para pengguna jasa internet terutama kenyamanan bagi pengguna warung internet.
Dari pengalaman-pengalaman warung internet di atas kita dapat melihat bahwa prospek keberadaan warung internet di sekitar kampus Universitas padjajaran dapat berkembang dengan cukup pesat karena didukung dengan lokasi yang strategis yaitu:
a. Dekat dengan Universitas padjajaran
Jarak yang dekat antara warung internet dan Universitas Brawijaya memungkinkan mahasiswa, dosen, dan karyawan Universitas padjajaran serta masyarakat yang dekat dengan lokasi kampus dapat menggunakan jasa internet di sekitar kampus padjajaran.
b. Dekat dengan kos mahasiswa
Rata-rata mahasiswa pendatang yang kuliah di universitas padjajaran memilih tempat tinggal(kos) yang berlokasi di wilayah kampus Universitas padjajaran, ini berarti bahwa pengguna jasa internet sebagian besar adalah mahasiswa kos-kosan yang berlokasi dekat dengan kampus. Hal ini tentu saja dapat menguntungkan bagi pengelola jasa warung internet karena pasar yang mereka harapkan dapat datang dari wilayah mereka sendiri.
4.3. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Usaha Warung Internet
Seperti halnya dengan usaha-usaha lain, usaha warung internet tidak terlepas dari cara pengelolaan usaha yang mampu bersaing di pasar, Dalam pengelolaan warung internet tidak terlepas dari kendala-kendala atau masalah masalah yang sering dihadapi oleh pengelola. Adapun kendala yang sering dihadapi adalah:
1. Provider sering down(turun). Kendala ini adalah terputusnya hubungan antara provider dengan internet, yang mengakibatkan terhentinya akses internet oleh pengguna jasa internet.
2. Pengunjung yang tak banyak tahu tentang komputer dan internet, terutama cara mengoperasikannya. Hal ini sering terjadi pada pengguna jasa internet yang masih pemula atau masih dalam tahap belajar untuk mengoperasikan internet, sehinnga pengguna jasa internet yang masih pemula ini sering mencoba-coba mengutak-atik komputer yang dapat berakibat pada rusaknya instalasi windows pada komputer.
3. Penetapan harga. Dalam mengelola usaha internet disekitar kampus pemilik warung internet harus dapat melihat akan pasar yang dihadapinya, yang kebanyakan pengguna jasa internet adalah mahasiswa. Oleh karena itu pihak pengelola harus bisa menetapkan harga yang sesuai atau dapat dijangkau oleh mahasiswa tetapi tanpa merygikan pihak pengelola warung internet.
4. Mahalnya Harga Komputer. Dengan krisis ekonomi yang masih menimpa negara kita dan makin terpuruknya rupiah terhadap dollar amerika membuat harga barang elektronik seperti komputer terus beranjak naik. Internet yang dalam proses pengaplikasiannya memerlukan komputer sebagai alat atau layar penghubung tentu saja merupakan barang vital bagi internet. Dengan semakin naiknya harga komputer akan lebih besar biaya dalam mendirikan atau mengembangkan usaha warung internet. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi pihak pengelola warung internaet.
5. Pelanggan yang mengutang. Hal ini dapat terjadi bilamana petugas warung internet memiliki kerabat atau kenalan pengguna atau pelanggan jasa internet. Petugas jaga sering memberi kelonggaran kepada pengguna jasa internet untu mengutang dulu setelah menyewa internet, bila hal demikian terus terjadi dapat membuat kerugian pada warung internet.
6. Adanya saingan yang saling menjatuhkan. Kendala ini merupakan kendala yang sering terjadi dalam setiap usaha. Dengan adanya persaingan dapat membuat pengelola warung internet dapat lebih mandiri lagi dalam mengelola dan mencari simpati dari pengguna jasa internet, sehinnga pelayanan kepada pelanggan akan semakin ditingkatkan lagi dan nantinya akan terlihat bahwa warung internet dengan pengelolaan yang baik akan dapat terus bertahan, sebaliknya warung internet yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pengguna jasa internet akan kalah.
4.4 Usaha-Usaha yang di Ditempuh oleh Pengelola Warung Internet Agar Mampu Bersaing
Salah satu kendala atau masalh yang dihadapi oleh usaha internet adalah Adanya persaingan diantara sesama warung internet. Usaha-usaha atau hal-hal yang perlu dilakukan oleh pengelola jasa internet dalam menghadapi persaingan antara lain:
1. Perbaikkan dan Penambahan Fasilitas. Perbaikkan dan penambahan fasilitas pada warung internet meliputi:
a) Penambahan fasilitas AC. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan internet, pengelola warung internet perlu menambahkan AC, karena dapat menambah kenyamanan bagi pengguna jasa internet.
b) Penambahan Headphone dan full musik. Penambahan fasilitas tambahan seperti ini dapat menarik pengunjung karena para pengguna jasa internet disamping mengakses internet dapat juga mendengarkan musik melalui headphone. Seperti yang dilakukan oleh warung internet “ Amalia “.
c) Perbaikkan Fasilitas Yang Rusak. Setiap fasilitas-fasilitas yang rusak harus cepat diperbaiki sebelum datangnya keluhan dari pelanggan warung internet.
2. Pemakaian Provider Dengan Kecepatan Tertentu. Pemakaian provider dengan kecepatan tertentu dapat membuat akses internet lebih cepat dan tentu saja dapat membuat daya tarik tersendiri bagi pengguna jasa internet terutama mereka yang menginginkan akses internet yang cepat. Seperti halnya yang telah diterapkan oleh warung internet “ Kelir-Net “ menggunakan provider dengan kecepatan 128 Kilobyte.
3. Pemberian Tarif Internet Yang Murah dan Pengadaan Diskon. Salah satu hal yang dapat menarik pengguna jasa internet menggunakan fasilitas internet di tempatnya adalah Harga yang terjangkau oleh kalangan pengguna jasa internet, dalam hal ini adalah mahasiswa. Oleh karena itu tidak heran jika adanya persaingan harga diantara sesama warung internet dengan harapan bahwa harga yang semakin rendah dapat menarik pengunujung lebih banyak lagi menggunakan jasa internet pada rental miliknya. Dalam menghadapi persaingan antara warung internet disekitar kompleks tempat tinggal mahasiswa, ada beberapa hal yang ditempuh oleh pihak pengelola dalam penentuan harga antara lain:
a) Adanya penetapan harga yang bervariasi berdasarkan waktu. Dalam hal ini adalah pengelola warung internet menentukan harga promosi yang lebih terjangkau oleh pengguna jasa internet bila menggunakan jasa internet pada jam-jam tertentu. Misalnya seperti yang dilakukan oleh warung internet “ Kelir-Net “ yang menetapkan harga Rp.3000 atau Rp. 60 per menit mulai pukul 07.00 (pagi hari) sampai pukul 22.00 (malam harinya), sedangkan harga yang ditetapkan sebesar Rp. 2800,00 per jam atau Rp. 47 per menit mulai pukul 22.00 (malam hari) sampai pukul 07.00 (pagi hari).
b) Adanya pelayanan tambahan disamping fasilitas yang telah sediakan. Misalnya seperti yang dilakukan oleh “ rednet “ dimana pelayanan baik.
c) Pada saat Grand Opening ( Pembukaan pertama warung internet ) tidak jarang pihak pengelola memberikan kebebasan bagi pengakses untuk menggunakan fasilitas internet tanpa dipungut bayaran apapun.
Semua ini dilakukan oleh pihak pengelola warung internet guna menarik perhatian dari para pengguna jasa internet atau yang sering di kenal dengan “ Netter “.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya kami mengambil kesimpulan yaitu:
1. Bahwa prospek pengelolaan usaha warung internet di sekitar wilayah kampus Universitas padjajaran masih sangat menjanjikan karena letaknya yang strategis. Juga karena adanya kehadiran mahasiswa yang membutuhkan informasi yang luas secara cepat dan tepat sehingga kebutuhan akan internet semakin tinggi dan kehadiran warung internet akan berguna sekali dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa.
2. Dalam pengelolaan usaha warung internet masih banyak kendala yang dihadapi pemilik. Kendala-kendala tersebut biasanya dari segi teknis dan dari pengelolaannya itu sendiri. Dari segi teknis kendala yang dihadapi biasanya ada pada komputer yang rusak karena pemakai atau karena masalah putusnya hubungan dengan dengan provider. Kendala secara teknis yang umum terjadi biasanya masalah listrik padam. Dari segi pengelolaan atau manajemen biasanya masalah penetapan harga. Kendala-kendala tersebut mempengaruhi pendapatan usaha warung internet dan jika terus-menerus terjadi akan menyebabkan kerugian.
3. Dalam meningkatkan pendapatannya sebuah usaha warung internet akan berusaha menarik pengunjung yang banyak dengan cara memperbaiki pelayanan yang ada maupun menmbah fasilitas-fasilitas yang dirasa perlu untuk peningkatan pendapatan. Setiap warung internet harus mengetahui situasi lingkungannya dan para pesaingnya khususnya dalam pemberian harga agar mampu bertahan dalam menghadapi persaingan dan meraih keuntungan maksimal.
5.2. Saran
Saran-saran yang dapat kami berikan dari hasil penelitian kami adalah hendaknya pengelola warung internet dapat lebih memperhatikan pemuasan kebutuhan dari para pengguna jasa internet. Pengadaan fasilitas yang lebih banyak akan dapat menarik perhatian para pengguna jasa internet yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa. Warung internet juga harus menambah kecepatan akses internet agar pengguna jasa internet tidak beralih perhatian ke warung internet lainnya. Dalam bersaing hendaknya pengelola warung internet lebih mengutamakan pelayanan kepada konsumen daripada melakukan persaingan yang tidak sehat melalui cara-cara yang dapat merusak sistem komputer pada warung internet lain. Usaha warung internet sebaiknya ditambah dengan usaha lain seperti kafe atau fasilitas lain seperti pengadaan scanner.
DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T Hani, 2000, Manajemen, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Purbo,Onno W,1999, Teknologi Warung Internet, Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Salim, Ubud, 1999, Seminar Sehari Gagasan Terbesar: Bisnis Kecil/ Menengah Kunci utama Indonesia Menghadapi Krisis Kewirausahaan Perusahaan, Universitas padjajaran.
Situswww.google.com
Situs http://www.detik.com
Situs http://www.klik-kanan.com
Sumarni, Murti, John Soeprihanto, 2000, Pengantar Bisnis, Yogyakarta: Liberty-Yogyakarta.
Tabloid E-Net, 21 Maret 2001, Gaya Gaul Era Digital, edisi 09, Jakarta: Media Indonesia.
Tabloid Komputer, April 2000, Komputek, edisi 162 minggu keempat.


NAMA : ROFIFAH PRATIWI
NPM     : 26212666
KELAS : 3EB12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar