VICKY STORY
“PERJALANAN SINGKAT YANG DILAKUKAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR”
Pasti ada
jalan lain sebelum nafas semua habis,tidak ada kata menyerah sebelum kita
mencoba.Nikmati semua pemberian tuhan karena bumi memiliki berjuta juta
keindahan didalamnya, langit, tanah, air, dan udara semuanya diciptakan agar
kita dapat menikmatinya secara Cuma- cuma. Keindahan dan kenikmataan pemberian
tuhan adalah jalan satu-satunya untuk kita bersyukur akan keagungannya.
Puji serta
syukur juga saya tujukan untuknya karena banyak sekali pengalamaan dari
lingkungan sekitar karena telah memberikan pelajaran dan pengalamaan di setiap
jengkal perjalanan saya. Mahasiswa tingkat akhir yang hampir saja tidak
menyelesaikan tugas akhirnya akibat kesenangannya untuk mengelilingi keindahan
indonesia,dan kegemaraannya akan sepak bola bercerita tentang kesibukannya
meskipun sebenarnya dia tidak pernah sibuk untuk memikirkan kehidupannya,
karena ia tidak pernah untuk membuat ribet hidupnya.
Saya agak
penasaran akan hidupnya “Kenapa ia bisa menjalani hidupnya seperti itu” Bertanya sedikit tentang
perjalanannya kemarin sangat menghibur hati.
Saya suka
kutipan dengan nada pelannya “Hidup itu terlalu indah buat disesali,jalanin aje
dulu nanti juga ada jalan keluar dari setiap kesulitan” .
Perjalanannya
hanya menggunakan niat yang kuat disetiap langkahnya, saya bertanya “elu ngga
ngeluarin biaya buat setiap perjalanan elu”
Dia jawab
dengan santainya “masih banyak saudara saudara yang menyayangi kita diluar,dan
terlalu banyak makanan yang disediakan tuhan untuk kita” .
Sangat
sederhana jawaban – jawaban yang
dikeluarkannya, entah apa yang ada dalam pikirannya, mungkin karena
kecintaannya pada alam yang teramat besar.
Dia
bercerita tentang perjalanaannya ke daerah Banten Desa Bayah baru – baru ini,
tepatnya Pantai Sawarna.
Dia hanya
membawa tas dan perlengkapan naik gunungnya,dengan tiga temannya Januar, Akil,
dan Bowo. Dia memulai perjalanannya dari Depok ke Banten lima hari perjalanan
hanya mengandalkan makanan yang di bawa dari rumah masing – masing dan berbekal dua
ratus ribu untuk ongkos
perjalanannya.
Dimulai dari
Stasiun Depok Baru menuju Stasiun Bogor sampai dengan Desa Bayah Banten,
menghabiskan sekitar delapan jam perjalanan yang melelahkan. Setibanya di
Sawarna mereka ber empat tidak langsung mencari penginapan karena memang dana
yang mereka bawa hanya cukup untuk ongkos dan keperluan makan minum.
Sesampainya
disana mereka meminta izin kepada warga setempat untuk bermalam di bibir
pantai, setelah izin dipegang mereka berempat segera mendirikan tenda kecil
untuk beristirahat, dan membuat makanan untuk mengisi tenaga untuk bekal esok
hari.
Tak seperti
yang diharapkan,ternyata malam itu cuaca tak bersahabat angin yang sangat
kencang dan mendung sangat mengkhawatirkan bila tetap berada di bibir pantai,
tapi mereka tidak ada pilihan lain selain tetap didalam tendanya.
Entah apa
itu ternyata Tuhan memberikan penyelesaian atas ke khawatirannya, mereka
ditolong oleh warga setempat untuk tinggal dirumah warga setempat,
“Semua
manusia itu saudara kita,ngga ada perbedaan kasta atau apalah itu namanya”
celetukan nyeleneh Vicky meledek teman – temannya .
Sekali lagi
dia berkata “Hidup itu terlalu indah buat di ribetin,Tuhan udah memberikan jalan
atas semua keraguan yang elu pikirkan” .
Itulah sepenggal
kisah perjalanan Vicky
Sekian &
Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar