Senin, 22 Oktober 2012

VICKY STORY


VICKY STORY
“PERJALANAN SINGKAT YANG DILAKUKAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR”

Pasti ada jalan lain sebelum nafas semua habis,tidak ada kata menyerah sebelum kita mencoba.Nikmati semua pemberian tuhan karena bumi memiliki berjuta juta keindahan didalamnya, langit, tanah, air, dan udara semuanya diciptakan agar kita dapat menikmatinya secara Cuma- cuma. Keindahan dan kenikmataan pemberian tuhan adalah jalan satu-satunya untuk kita bersyukur akan keagungannya.

Puji serta syukur juga saya tujukan untuknya karena banyak sekali pengalamaan dari lingkungan sekitar karena telah memberikan pelajaran dan pengalamaan di setiap jengkal perjalanan saya. Mahasiswa tingkat akhir yang hampir saja tidak menyelesaikan tugas akhirnya akibat kesenangannya untuk mengelilingi keindahan indonesia,dan kegemaraannya akan sepak bola bercerita tentang kesibukannya meskipun sebenarnya dia tidak pernah sibuk untuk memikirkan kehidupannya, karena ia tidak pernah untuk membuat ribet hidupnya.

Saya agak penasaran akan hidupnya “Kenapa ia bisa menjalani hidupnya seperti itu” Bertanya sedikit tentang perjalanannya kemarin sangat menghibur hati.

Saya suka kutipan dengan nada pelannya “Hidup itu terlalu indah buat disesali,jalanin aje dulu nanti juga ada jalan keluar dari setiap kesulitan” .

Perjalanannya hanya menggunakan niat yang kuat disetiap langkahnya, saya bertanya “elu ngga ngeluarin biaya buat setiap perjalanan elu”
Dia jawab dengan santainya “masih banyak saudara saudara yang menyayangi kita diluar,dan terlalu banyak makanan yang disediakan tuhan untuk kita” .

Sangat sederhana  jawaban – jawaban  yang dikeluarkannya, entah apa yang ada dalam pikirannya, mungkin karena kecintaannya pada alam yang teramat besar.
Dia bercerita tentang perjalanaannya ke daerah Banten Desa Bayah baru – baru ini, tepatnya Pantai Sawarna.

Dia hanya membawa tas dan perlengkapan naik gunungnya,dengan tiga  temannya Januar, Akil, dan Bowo. Dia memulai perjalanannya dari Depok ke Banten lima hari perjalanan hanya mengandalkan makanan yang di bawa dari rumah masing – masing  dan berbekal dua ratus ribu untuk ongkos perjalanannya.

Dimulai dari Stasiun Depok Baru menuju Stasiun Bogor sampai dengan Desa Bayah Banten, menghabiskan sekitar delapan  jam perjalanan yang melelahkan. Setibanya di Sawarna mereka ber empat tidak langsung mencari penginapan karena memang dana yang mereka bawa hanya cukup untuk ongkos dan keperluan makan minum. 

Sesampainya disana mereka meminta izin kepada warga setempat untuk bermalam di bibir pantai, setelah izin dipegang mereka berempat segera mendirikan tenda kecil untuk beristirahat, dan membuat makanan untuk mengisi tenaga untuk bekal esok hari.

Tak seperti yang diharapkan,ternyata malam itu cuaca tak bersahabat angin yang sangat kencang dan mendung sangat mengkhawatirkan bila tetap berada di bibir pantai, tapi mereka tidak ada pilihan lain selain tetap didalam tendanya.

Entah apa itu ternyata Tuhan memberikan penyelesaian atas ke khawatirannya, mereka ditolong oleh warga setempat untuk tinggal dirumah warga setempat,

“Semua manusia itu saudara kita,ngga ada perbedaan kasta atau apalah itu namanya” celetukan nyeleneh Vicky meledek teman – temannya .

Sekali lagi dia berkata “Hidup itu terlalu indah buat di ribetin,Tuhan udah memberikan jalan atas semua keraguan yang elu pikirkan” .

Itulah sepenggal kisah perjalanan Vicky




Sekian & Terima Kasih




Tidak ada komentar:

Posting Komentar